Penyebaran Islam di Indonesia

Penyebaran Islam di Indonesia

BACA JUGA : Kode Pos

Peta Pasai, kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara
Bukti tentang kedatangan awal dan pendirian Islam di Asia Tenggara sangat tipis dan tidak meyakinkan. Sejarawan Anthony Reid berpendapat bahwa wilayah orang Cham di pantai selatan-tengah Vietnam adalah salah satu pusat Islam paling awal di Asia Tenggara. Selanjutnya, saat orang Cham melarikan diri dari orang Vietnam, salah satu lokasi paling awal yang mereka jalin hubungan adalah dengan Aceh.  Lebih jauh lagi, diperkirakan bahwa salah satu pusat Islam paling awal ada di wilayah Aceh. Ketika pelancong Venesia Marco Polo melewati Sumatra dalam perjalanan pulang dari China pada tahun 1292, dia mendapati bahwa Peureulak adalah kota Muslim sementara di dekat ‘Basma (n)’ dan ‘Samara’ tidak. ‘Basma (n)’ dan ‘Samara’ sering dikatakan sebagai Pasai dan Samudra tapi bukti tidak meyakinkan. Batu nisan Sultan Malik as-Salih, penguasa Muslim pertama di Samudra, telah ditemukan dan bertanggal AH 696 (1297 M). Ini adalah bukti paling awal yang jelas tentang sebuah keluarga Muslim di wilayah Indonesia-Melayu dan lebih banyak batu nisan dari abad ke-13 menunjukkan bahwa wilayah ini terus berlanjut di bawah pemerintahan Muslim. Ibnu Batutah, seorang musafir Maroko, yang dalam perjalanannya menuju China pada tahun 1345 dan 1346, menemukan bahwa penguasa Samudra adalah pengikut sekolah Islam Syafi’i.

Apoteker Portugis Tome Pires melaporkan di awal abad ke-16 buku Suma Oriental bahwa sebagian besar raja-raja Sumatera dari Aceh melalui Palembang adalah seorang Muslim. Di Pasai, di wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Aceh Utara, ada pelabuhan internasional yang berkembang. Pires menghubungkan pendirian Islam di Pasai dengan ‘licik’ para pedagang Muslim. Namun penguasa Pasai tidak bisa mengubah orang-orang di pedalaman.

BACA JUGA : Kode Pos Kota